KOLONIALISME
Koloni merupakan negeri, tanah jajahan yang dikuasai oleh sebuah kekuasaan asing. Koloni adalah satu kawasan diluar wilayah negara asal atau induk. Tujuan utama kolonialisme adalah kepentingan ekonomi.Kebanyakan koloni yang dijajah adalah wilayah yang kaya akan bahan mentah, keperluan untuk mendapatkan bahan mentah adalah dampak dari terjadinya Revolusi Industri di Inggris.
Kolonialisme
berkembang pesat setelah perang dunia I. Sejarah kolonialisme Eropa dibagi
dalam tiga peringkat. Pertama dari abad 15 hingga Revolusi industry (1763) yang
memperlihatkan kemunculan kuasa Eropa seperti Spanyol dan Portugis. Kedua,
setelah Revolusi Industri hingga tahun 1870-an. Ketiga, dari tahun 1870-an hingga
tahun 1914 ketika meletusnya Perang Dunia I yang merupakan puncak pertikaian
kuasa-kuasa imperialis
IMPERIALISME
Imperialisme
merujuk pada sistem pemerintahan serta hubungan ekonomi dan politik
negara-negara kaya dan berkuasa , mengawal dan menguasai negara-negara lain
yang dianggap terbelakang dan miskin dengan tujuan mengeksploitasi sumber-sumber
yang ada di negara tersebut untuk menambah kekayaan dan kekuasaan negara
penjajahnya.
Dasar
imperialisme awalnya bertujuan untuk menyebarkan ide-ide dan kebuadayaan Barat
ke seluruh dunia. Oleh karena itulah, imperialisme bukan hanya dilihat sebagai penindasan terhadap tanah
jajahan tetapi sebaliknya dapat menjadi faktor pendorong pembaharuan-pembaharuan
yang dapat menyumbang kearah pembinaan sebuah bangsa seperti pendidikan,
kesehatan,perundang-undangan dan sistem pemerintahan.
Perkembangan Indonesia pada masa koloni
Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan dan Pemerintahan pada masa Kolonial Eropa
1. Masa
kolonial Portugis
Portugis di Indonesia menanamkan
kekuasaannya dengan cara yang kejam dan bertindak sewenang-wenang kepada
rakyat. Keadaan ini membuat rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Dan pada
kenyataannya Portugis memang hanya dapat menguasai Ternate saja, karena selalu
gagal memasuki daerah lain di Indonesia.
2. Masa
kolonial Spanyol
Bangsa Spanyol hanya dapat
memengaruhi masyarakat Tidore, akan tetapi tidak semua rakyat Tidore
terpengaruh dan masa kolonial Spanyol juga tidak berjalan lama karena rakyat
Tidore melakukan perlawanan. Karena tidak lama berkuasa maka hampir tidak
ada pengaruh kekuasaan Spanyol dalam perkembangan
masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan bagi rakyat
Tidore.
3. Masa
kolonial Belanda
Dengan berdirinya VOC sebagai pesekutuan dagang
Belanda, maka Indonesia ketika itu telah
memasuki era penjajahan Belanda. Kepengurusan VOC terdiri
dari 17 orang (Heren Zeventien) yang berkedudukan di Amsterdam. Untuk
memperkuat kedudukannya, oleh pemerintah Belanda
Tindakan Daendels kejam dan
sewenang-wenang, sehingga ia terkenal dengan sebutan “Gubernur Tangan Besi”.
Tindakan Daendels yang menjual tanah kepada Hou Ti Ko tidak dibenarkan oleh
Louis Napoleon Bonaparte. Daendels dinyatakan bersalah, maka ia ditarik ke
negeri Belanda dan digantikan oleh Gubernur Jenderal Jan Willem Jansens (1811).
Ternyata Jansens lemah dan kurang cakap, sehingga Inggris berani menyerang
kekuasaan Belanda di Indonesia. Belanda kalah dan harus menandatangani
Perjanjian Kapitulasi Tuntang pada tahun 1811. Sejak saat itu Indonesia
dikuasai Inggris.
4. Masa
kolonial Inggris
Pada masa kolonial Inggris,
perdagangan di Indonesia dimonopoli oleh EIC. Akan tetapi ini tidak berjalan dengan
baik karena selalu terdesak oleh VOC.
Pada masa Gubernur Jenderal Raffles,
rakyat Indonesia diperhatikan sehingga kehidupan lebih baik. Raffles membagi
daerah Jawa atas 16 daerah karesidenan, dengan tujuan untuk mempermudah
pemerintah melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dikuasainya. Di
samping itu, Raffles juga membentuk susunan baru dalam pengadilan yang
didasarkan pada pengadilan Inggris. Setelah Raffles selesai bertugas di
Indonesia dan ditarik kembali ke Inggris, pemerintahan Indonesia kembali ke
pangkuan penjajah Belanda.
Pengaruh kepada masyarakat Indonesia
Pengaruh
Nilai-nilai Budaya Bangsa Barat Bagi Kehidupan Masyarakat
1. Bidang
Adat Istiadat
Adapun adat istiadat yang
memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia antara lain:
a.
Tata cara bergaul di antara anggota
masyarakat yaitu bersifat bebas dan
demokratis. Pergaulan wanita dan pria, orang tua dan muda, rakyat dan pejabat
berlangsung bebas, terbuka, dan bertanggung jawab.
b.
Model pakaian barat yang
diperkenalkan di Indonesia untuk lelaki berupa setelan jas yang berdasi dan
bersepatu, sedangkan model pakaian untuk perempuan adalah pakaian rok dan blus
serta bersepatu.
c.
Gaya pakaian pada acara perkawinan
orang Eropa glamour serba gemerlapan, baik pesta, hiburan, maupun susunan
acaranya.
d.
Paham rasionalisme, yaitu paham yang
meyakini bahwa kebenaran sesungguhnya berasal dari pikiran dan akal manusia.
Dengan demikian, orang-orang menjauhi hal-hal yang bersifat takhayul dalam
memecahkan berbagai macam persoalan kehidupan.
e.
Sikap disiplin, S
f.
Sikap individual (sikap kebebasan
setiap orang yang mementingkan hak perorangan).
2. Bidang
pendidikan
a.
Pembagian jenjang pendidikan
(pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi) dengan sistem
klasikal.
b.
Pengaturan pelajaran melalui
kurikulum.
c.
Pengenalan bermacam-macam ilmu
pengetahuan seperti: ilmu alam, ilmu bumi, astronomi, filsafat dan, hukum).
3. Bidang
kesenian
a.
Seni bangunan : gereja, benteng,
sekolah, kantor, penjara, asrama, vila, kebun raya, jalan raya, jalan kereta
api, waduk, dan sistem irigasi.
b.
Seni Musik : musik keroncong.
c.
Seni sastra : Balai Pustaka pada
tahun 1917. Sampai saat ini, Balai Pustaka banyak menerbitkan buku-buku bermutu
bagi masyarakat Indonesia.
d.
Seni rupa dan seni film
e.
Seni Tari : tari dansa.
Referensi:
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/mohammad.iskandar/material/phki-2.pdf
http://dzakibelajar.blogspot.com/2013/08/kolonial-eropa-di-indonesia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar