SOSIALISASI
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau
transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke
generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan
(role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran
yang harus dijalankan oleh individu.
Tahap-tahap sosialisasi
George
Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat
dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.
1. Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap
ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk
mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang
diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak
sempurna. Contohnya anak kecil yang diajari kata “lapar” ketika sedang lapar
2. Tahap meniru (Play Stage)
Tahap
ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang
dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk
kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan
sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa
yang diharapkan seorang ibu dari anak.
3. Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan
yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran
yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya
menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan
adanya kemampuan bermain secara
bersama-sama.
4. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized
Stage/Generalized other)
Pada
tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan
dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat
bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya
tapi juga dengan masyarakat luas.
INTERAKSI SOSIAL
Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli tersebut ,
interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan
masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif.
Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak
yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.
Syarat terjadinya interaksi sosial
terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya
dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat
berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan
lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada
perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang
tersebut.
Sumber-Sumber Interaksi Sosial
Proses interaksi sosial yang
terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti,
simpati, identifikasi dan empati.
- Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
- Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
- Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
- Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
- Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
MOBILITAS SOSIAL
Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan,
ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan
pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang
pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha
ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu
bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin.
Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok
orang dalam struktur sosial
masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social
mobility)
Faktor penghambat mobilitas sosial
Ada beberapa faktor penting yang
justru menghambat mobilitas sosial. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai beriku:
1. Perbedaan kelas rasial, seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu, dimana ras berkulit putih
berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk
dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai penguasa. Sistem ini disebut
Apartheid dan dianggap berakhir ketika Nelson Mandela, seorang kulit hitam, terpilih menjadi presiden Afrika Selatan
2. Agama, seperti yang terjadi di India yang menggunakan sistem kasta.
3. Diskriminasi Kelas
dalam sistem kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas. Hal ini
terbukti dengan adanya pembatasan suatu organisasi tertentu dengan
berbagai syarat dan ketentuan, sehingga hanya sedikit orang yang mampu
mendapatkannya.
4. Kemiskinan dapat membatasi kesempatan bagi seseorang
untuk berkembang dan mencapai suatu sosial tertentu
5. Perbedaan jenis kelamin dalam masyarakat juga berpengaruh terhadap
prestasi, kekuasaan, status sosial, dan kesempatan-kesenmpatan untuk
meningkatkan status sosialya.
Referensi:
id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial#Imitasi
http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_sosial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar