Pengertian
Pernikahan atau adalah upacara
pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh
dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan
secara norma agama, norma hukum,
dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi
menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial.
Penggunaan adat atau
aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama
adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada
Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan
manusia dan manusia serta lingkungannya. Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta,
āgama yang berarti "tradisi". Kata lain untuk menyatakan
konsep ini adalah “religi” yang
berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare
yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan ber-religi,
seseorang akan mengikat dirinya kepada Tuhan.
Perkawinan beda agama di Indonesia, secara obyektif
sosiologis, adalah wajar karena penduduk Indonesia memeluk bermacam-macam agama
sehingga pergaulan yang terbuka antara pemeluk berbagai agama tidak dapat
dihindari. Terjadinya saling jatuh cinta antara orang-orang yang berbeda agama
kemudian meningkat pada perkawinan adalah kenyataan yang sulit dielakkan. Namun
perkawinan tidak hanya bersifat sosiologis karena di dalamnya terkandung
dimensi teologis. Sebab itu, semua agama mempunyai peraturan-peraturan
perkawinan yang berkaitan dengan akibat-akibatnya, termasuk sah atau tidaknya
perkawinan beda agama.
Jadi menurut saya, perkawinan beda agama diperbolehkan
tetapi itu tergantung dari pihak masing-masing apakah mereka setuju dan
menerima sebab-akibat dari pernikahan mereka. Contohnya adalah orang tua saya
yang awalnya berbeda agama tetapi mereka bisa melanjutkan hidup mereka dengan
cara salah satu dari pihak pindah agama yang sama dengan pihak satunya
Berdasarkan perspektif sosiologi
Pernikahan beda agama dapat di perjelas dengan perspektif
sosiologi. Ada 4 perpektif dalam sosiologi yaitu perspektif evolusi, perspektif
interaksionis/simbolik, perspektif fungsional dan perspektif konflik.
1. Pesrpektif Evolusi
Perspektif ini menjelaskan tentang
bagaimana pandangan orang-orang di zaman modern sekarang ini tentang pernikahan
beda agama. Di era dulu mungkin pernikahan beda agama dilarang dan jika
dilanggar akan menimbulkan hal negatif, tetapi di zaman ini orang-orang sudah
sangat maju cara berpikirnya sehingga larangan tersebut dihapuskan karena
hal-hal tertentu
2. Perspektif Interaksionis/simbolik
Jika kita melihat dari perspektif ini. Dalam
suatu interaksi di suatu daerah akan memiliki peraturan yang disepkaati
bersama-sama termasuk dalam larangan nikah beda agama. Jadi apabila ada
pasangan yang mengunjungi atau tinggal di daerah itu, mereka mungkin agak
dianggap atau di cap negatif oleh masyarakat setempat
3. Perspektif fungsional
Dalam perspektif ini, setiap manusia
memiliki peran aktif dalam dunia nyata dan sama halnya dengan pernikahan.
Pasangan yang menjalin pernikahan beda agama mungkin memiliki peran yang aktif
juga. Contohnya jika mereka memiliki keturunan, maka pasangan tersebut akan
mengajari anak tersebut untuk terus-menerus menghargai orang yang berbeda agama
tanpa menjauhinya
4. Perpektif konflik
Dalam perspektif ini, ada saja pasangan
yang menikah beda agama tetapi memunculkan konflik. Contohnya adalah perbedaan
keyakinan, perbedaan adat-istiadat, perbedaan cara perpikir, dll. Tetapi itu
semua bias diatasi dengan cara dibicarakan baik-baik dan membuat keputusan
sehingga konflik tersebut terhindari
Berdasarkan Filsafat manusia
Kemungkinan
pasangan yang beda agama sudah terlanjur mencintai dan memiliki rasa sayang
yang sudah kuat sehingga mereka terus berjuang untuk bersama bagaimanapun
caranya. Ada yang memutuskan untuk pindah agama semingga mereka memiliki agama
yang sama, ataupun mereka juga bisa memutuskan untuk berpisah tetapi tetap
saling mencintai dan berpikir bahwa cara itu adalah cara terbaik mereka
menjalani hidup yang lebih baik
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan
http://penaraka.blogspot.com/2012/04/pengertian-agama.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
http://tutik-hamidah.blogspot.com/2009/07/fatwa-mui-tentang-perkawinan-beda-agama.html
keren artikelnya.
BalasHapussouvenir pernikahan murah blitar